Program Keluarga Bahagia Tanpa Narkoba Ganas Annar MUI DKI Jakarta

GANASANNARMUIJAKARTA.OR.ID, JAKARTA- Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Provinsi DKI Jakarta telah berlangsung dengan sukses selama dua hari (Selasa s.d Rabu, 8 s.d 9 Oktober 2019) di Cibodas, Cianjur, Jawa Barat.

Pada sambutannya, Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, menegaskan bahwa jika ulama sudah turun langsung dalam pemberantasan narkoba melalui Ganas Annar,  maka ini sudah menjadi upaya yang sudah sangat serius dan harus tuntas dalam   pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya. Karenanya, MUI Provinsi DKI Jakarta mendukung keberadaan Ganas Annar bukan hanya sampai tingkat wilayah saja, tapi juga tingkat kota dan kabupaten bahkan sampai tingkat kecamatan.

Dari rakerwil tersebut menghasilkan salah satu program unggulan, yaitu program Keluarga Bahagia Tanpa Narkoba. Program ini berbentuk kampanye dalam berbagai media, seperti stiker, spanduk, baliho, standing banner, dan lain-lain yang akan dipasang di berbagai tempat dan ruang publik di wilayah DKI Jakarta. Selain itu juga dilakukan melalui seminar, diskusi, pelatihan, dan sejenisnya.

Dalam penjelasannya, Dr. KH. Didi Supriadi, MA, Wakil Ketua II MUI Provinsi DKI Jakarta yang membawahi Ganas Annar, menyatakan bahwa para pengguna narkoba adalah orang-orang yang mencari kebahagian untuk membebaskan diri mereka dari tekanan pekerjaan atau himpitan hidup sehari-hari, dan narkoba menawarkan kebahagian tersebut walau kebahagian yang diberikan bersifat semu (artificial happiness) yang sangat merusak diri mereka dan berujung kepada kematian.  Para penikmat kebahagian semu ini setelah jadi korban tentu menjadi beban bagi keluarganya.

“Karenanya, penting saat ini menjadikan keluarga sebagai subyek yang dikedapankan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba ini. Dan Ganas Annar MUI Provinsi DKI Jakarta merupakan gerakan para alim ulama yang terjun langsung bersama umat dalam pemberantasan narkoba  menawarkan konsep kebahagian sejati (true happiness), yaitu ajaran Islam, yang harus dipilih dan dipakai oleh  setiap individu dalam keluarga dan masyarakat dalam upaya melawan kebahagian semu (artificial happiness) dari narkoba,” ujarnya. (Red: Kiki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *